Cara Menanam Cabe Rawit

Cara Menanam Cabe Rawit

Lifestyle

Seperti yang diketahui bahwa cabe rawit adalah salah satu jenis cabe favorit di Indonesia. Dengan rasanya yang sangat pedas sehingga banyak orang yang menyukainya, terutama bagi orang yang suka makan makanan yang pedas. Selain itu, cabe rawit ini juga mudah ditanam di rumah. cabe rawit ini juga bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Bahkan, hampir semua jenis tanah sangat cocok dtanami cabe rawit. Yang penting adalah tanah humus yang kaya akan unsur hara.

Ingat! Tanaman cabe rawit ini membutuhkan cahaya matahari yang cukup sepanjang hari. Karena kalau kekurangan sinar matahari, maka tanaman cabe rawit akan tumbuh meninggi, daun serta batang lemas, panen lebih lama, dan produksi akan rendah. Lalu bagaimana cara menanam cabe rawit yang benar?

* Siapkan Media Semai

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah menyiapkan media semai. Adapun media yang dianjurkan untuk penyemaian adalah campuran tanah, pupuk kandang (kompos) dan sekam bakar dengan ratio 3:2:1. Sebagai tindakan preventif dalam mencegah serangan penyakit, maka media semai harus disterilisasi terlebih dahulu. Sterilisasi ini dilakukan dengan cara mengukus media atau menjemurnya di panas sinar matahari. Lalu dinginkan, masukkan ke dalam wadah penyemaian, dan disiram. Adapun wadah semai yang bisa anda gunakan diantaranya polybag kecil, kantung plastik, daun pisang, nampan plastik, atau bisa juga menggunakan gelas plastik bekas minuman yang diberi lubang.

* Siapkan Benih

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan benih.Dimana, benih ini dapat diambil dari pertanaman yang sehat, yaitu benih yang berasal dari buah yang sudah matang penuh serta sehat.Atau anda juga bisa membelinya di toko tanaman atau ke petani cabe langsung.Sebelum disemai, benih direndam dalam air hangat (suhu 45 derajat celcius) terlebih guna mempercepat tumbuhnya benih.Selain menggunakan air hangat, benih juga bisa direndam dalam larutan fungisida Previcur N dengan dosis 1-2 cc per liter air selama 1 jam. Hal ini dilakukan selain untuk mempercepat tumbuhnya benih, namun juga untuk mencegah serangan jamur.

* Penyemaian

Dalam hal ini, benih disemai satu per satu dalam wadah semai yang sudah diisi media semai, dan ditutup dengan media semai halus dengan cara diayakan. Nah, guna mempertahankan kelembabannya, persemaian ditutup menggunakan karung plastik atau goni atau daun pisang.Selama penyemaian lakukan penyiraman dengan cara memercikan air. Setelah 5-7 hari setelah semai, benih akan tumbuh. Lalu tutup persemaian dibuka.Kemudian setelah berumur 20-30 hari, bibit dapat dipindahkan ke polybag besar.

* Media Tanam dan Penanaman

Penanaman atau pemindahan bibit dari polybag kecil ke polybag besar sebaiknya dilakukan pada sore hari supaya bibit memiliki waktu yang cukup beradaftasi pada malam hari.Sebelum bibit ditanam, medianya disiram dengan air terlebih dahulu hingga jenuh.

* Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman dilakukan setiap pagi atau sore hari jika tidak ada hujan. Sementara penyiangan dilakukan dua minggu sekali dengan cara membuang rumpu-rumpu liar yang ada di dalam dan serkitar polybag/pot.

* Pemupukan

Langkah berikutnya adalah pemupukan.Pupuk kimia diberikan setelah tanaman berumur 1 bulan.Adapun pupuk yang diberikan adalah NPK.Lalu larutan pupuk disiramkan pada tanaman sebanyak kurang lebih 200 ml per pot, satu kali dalam 10 hari.

Langkah lainnya adalah pengendalian hama, panen dan pasca panen. Semoga artikel ini bermanfaat.